Dalam era digital saat ini, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) telah menjadi salah satu metode pembayaran yang semakin populer di Indonesia. Namun, seperti halnya transaksi digital lainnya, penting untuk memahami cara menggunakannya dengan aman.
1. Verifikasi Merchant Sebelum Scan
Sebelum melakukan scan QR code, pastikan Anda:
- Memeriksa nama merchant yang muncul di aplikasi pembayaran Anda
- Memastikan nominal transaksi sesuai dengan yang seharusnya
- Tidak pernah scan QR code dari sumber yang tidak terpercaya
Fakta Penting:
Menurut data Bank Indonesia, 98% kasus penipuan QRIS terjadi karena pengguna tidak memverifikasi merchant sebelum melakukan transaksi.
2. Aktifkan Notifikasi Transaksi
Sebagian besar aplikasi perbankan dan dompet digital menyediakan fitur notifikasi transaksi. Manfaatkan fitur ini untuk:
Notifikasi Real-time
Dapatkan pemberitahuan langsung setiap terjadi transaksi dari akun Anda
Deteksi Dini
Identifikasi transaksi mencurigakan secepat mungkin
3. Gunakan Aplikasi Resmi
Pastikan Anda hanya menggunakan aplikasi resmi untuk transaksi QRIS:
| Jenis Aplikasi | Contoh |
|---|---|
| Mobile Banking | BNI Mobile, BRI Mobile, Mandiri Online |
| Dompet Digital | GoPay, OVO, DANA, LinkAja |
| Aplikasi QRIS | QRIS by BSI, QRIS Merchant |
4. Perhatikan Lingkungan Saat Bertransaksi
Keamanan fisik saat bertransaksi sama pentingnya dengan keamanan digital:
5. Rutin Periksa Riwayat Transaksi
Biasakan untuk:
- Memeriksa riwayat transaksi minimal seminggu sekali
- Segera melaporkan transaksi mencurigakan ke bank
- Menggunakan fitur laporan bulanan untuk rekonsiliasi
Kesimpulan
Dengan menerapkan 5 tips di atas, Anda dapat menikmati kemudahan transaksi QRIS tanpa perlu khawatir tentang keamanan. Teknologi pembayaran digital akan terus berkembang, dan pemahaman yang baik tentang cara menggunakannya dengan aman akan membuat pengalaman bertransaksi Anda lebih menyenangkan dan bebas dari masalah.